Hadir sebagai narasumber, Dosen KPI UIN Walisongo, Fatimah Nadia Qurrota A'yun, M.Sos., dan perwakilan mahasiswa KPI, Ayu Lestari. Dipandu oleh host Avian Sanez, obrolan ini mengupas tuntas bagaimana integrasi ilmu komunikasi profesional dan nilai dakwah menjadi senjata utama mahasiswa di dunia kerja.
Menjawab tantangan dunia kerja yang kian dinamis, Fatimah Nadia menegaskan bahwa mahasiswa KPI memiliki keunggulan kompetitif melalui pendekatan multidisipliner. Menurutnya, lulusan KPI memiliki identitas unik yang menyatukan peran komunikator profesional dengan nilai-nilai spiritual.
"Di era digital, 'mimbar' dakwah telah bertransformasi menjadi konten visual. Mahasiswa KPI disiapkan untuk mengisi posisi strategis seperti jurnalis, presenter, hingga praktisi humas dengan tetap menjadikan nilai agama sebagai etika profesi," ujar Nadia.
Sementara itu, Ayu Lestari menyoroti pentingnya keseimbangan antara hard skill dan karakter. Ia menekankan bahwa dunia kerja modern tidak lagi sekadar melihat nilai akademis di atas kertas, melainkan pembuktian nyata melalui portofolio dan integritas diri.
"Keterampilan teknis dan portofolio yang luar biasa tidak akan memiliki nilai jika tidak dibarengi dengan etika yang baik. Mahasiswa harus membangun karakter yang kuat sebagai fondasi karier mereka," tegas Ayu.
Ketua Pelaksana Program , Mahabah yang memayungi kegiatan ini, menyatakan rasa bangga dan antusiasmenya atas kelancaran kolaborasi perdana ini.
"Kami merasa sangat excited karena ini merupakan pengalaman pertama HMJ KPI dapat berkolaborasi langsung dengan pihak RRI Pro 2 Semarang. Kami berharap sinergi ini dapat terus memotivasi mahasiswa untuk lebih percaya diri menunjukkan jati diri mereka di industri kreatif dan media," ungkapnya.
Sebagai penutup sesi yang inspiratif tersebut, Fatimah Nadia memberikan pesan penyemangat bagi seluruh mahasiswa KPI agar tetap optimis dalam menatap masa depan dan tidak terjebak dalam rasa tidak percaya diri.
"Untuk mahasiswa KPI, jangan pernah merasa diri kalian tidak mampu. Jangan pula menganggap diri kalian sedang berada dalam quarter-life crisis yang buntu. Sebenarnya, kalian hanya sedang berada di berbagai persimpangan jalan; kalian tinggal memilih jalan mana yang akan menjadi fokus kalian ke depan," pungkas Fatimah Nadia.
Reporter : Dewi Yulia Rahmawati.
