Seminar ini menghadirkan narasumber ahli, Korbid Isi Siaran KPID Provinsi Jawa Tengah, Muhammad Nur Huda, S.Pd.I., S.H bersama 2 rekannya. Dalam paparannya, beliau menyoroti fenomena praktik bermedia masa kini yang kerap memanfaatkan eksploitasi emosi publik, seperti kesedihan, demi meraih popularitas instan. Beliau menekankan pentingnya bagi mahasiswa untuk memiliki nalar kritis agar tidak terjebak dalam tren yang tidak edukatif.
“Harapannya, mahasiswa terus berkembang dan berperan aktif, baik di bangku perkuliahan maupun di tengah masyarakat. Mahasiswa harus mampu berkreasi dan memberikan kontribusi nyata dalam kehidupan sosial yang lebih luas,” tegas Muhammad Nur Huda.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa didorong untuk mengimplementasikan ilmu yang diperoleh di kelas ke dalam pengalaman nyata di luar kampus. Hal ini bertujuan agar lulusan KPI tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga tangguh dalam menghadapi dinamika sosial.
Senada dengan hal tersebut, Iskandar, salah satu peserta seminar, mengungkapkan bahwa materi literasi media sangat relevan dengan kondisi remaja saat ini yang rentan terpengaruh arus informasi negatif. Ia menggarisbawahi imbauan dari KPID untuk selalu menerapkan prinsip “Saring sebelum Sharing” sebagai langkah preventif dalam membendung penyebaran informasi yang tidak valid.
“Seminar ini sangat relevan karena banyak remaja yang mudah termakan hoaks di media sosial. Kami sangat mendukung imbauan KPID agar generasi muda lebih bijak dalam menerima dan menyebarkan informasi,” ujar Iskandar.
Acara ditutup dengan pesan pengingat bagi seluruh peserta bahwa idealisme adalah kemewahan yang hanya dimiliki oleh pemuda, sehingga harus dijaga dan diwujudkan dalam tindakan positif bagi bangsa.
Reporter : Nurmala Hadi Pratiwi
Editor : Cantika Timuti Dwi Mutia
