HMJ KPI UIN Walisongo Gelar Talkshow Perfilman COMFEST XI, Dorong Mahasiswa Berani Berkarya Lewat Film


 (Foto bersama Talk Show Perfilman. Jumat 30/10/2026)

            

             Semarang – Himpunan Mahasiswa Jurusan Komunikasi dan Penyiaran Islam (HMJ KPI) UIN Walisongo Semarang menggelar Talkshow Perfilman sebagai bagian dari rangkaian kegiatan COMFEST XI. Kegiatan ini menjadi wadah bagi mahasiswa untuk memperluas wawasan, menggali kreativitas, serta mengenal lebih dalam dunia perfilman, khususnya dalam proses produksi film pendek.

Talkshow ini bertempat di Gedung Teater FITK UIN Walisongo Semarang dan dihadiri oleh mahasiswa Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FDK) pada Jumat (30/10/2026). Kegiatan tersebut dibuka oleh dosen FDK, khususnya Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI), Silvia Riskha Fabriar, S.Sos.I., M.S.I.

Dalam Talk Show Perfilman ini, HMJ KPI menghadirkan Tries Supardi sebagai narasumber. Ia merupakan sutradara, produser film (filmmaker), sekaligus dosen asal Semarang yang dikenal aktif memproduksi film dokumenter bertema sosial dan kemanusiaan.

Tries Supardi secara konsisten menghadirkan karya dokumenter maupun fiksi yang mengangkat berbagai persoalan sosial serta berpihak pada kelompok masyarakat yang terpinggirkan. Salah satu karya terbarunya adalah Asa Luar Biasa (2025/2026), yang menyoroti realitas penyandang autisme usia dewasa. Karya tersebut melengkapi film bertema disabilitas sebelumnya, yakni Keping Puzzle.

Selain itu, ia juga menyutradarai sejumlah film dokumenter advokasi, seperti Mencari Matahari yang mengungkap nasib buruh migran, serta film bertema lingkungan berjudul Karundungan. Karya lainnya meliputi omnibus tentang peristiwa reformasi Bersepeda ke Bulan, drama komedi Pedas Level Up, dan film pendek psikologis Nasi yang berhasil meraih penghargaan Film Pendek Terbaik pada festival lokal tahun 2013.

Dunia perfilman menjadi salah satu bidang yang relevan dengan Program Studi KPI. Melalui kegiatan ini, HMJ KPI berharap kehadiran Tries Supardi dapat memberikan inspirasi sekaligus memotivasi mahasiswa untuk mengembangkan ide, menggali kreativitas, dan menghasilkan karya yang mampu dinikmati serta memberikan manfaat bagi masyarakat.

Dawaussauqi Nazalal Furqon selaku Ketua Umum HMJ KPI dalam sambutannya menyampaikan harapannya agar talkshow perfilman ini tidak hanya menjadi forum diskusi, tetapi juga menjadi ruang lahirnya gagasan kreatif dan karya baru dari mahasiswa KPI.

“Harapan saya selaku Ketua Umum HMJ KPI, semoga talkshow perfilman ini menjadi lebih dari sekadar ruang diskusi, tetapi menjadi titik awal lahirnya gagasan, kreativitas, dan karya-karya baru dari mahasiswa KPI.

Saya ingin teman-teman tidak hanya menjadi penikmat karya, tetapi juga berani mengambil peran sebagai pencipta karya yang mampu menyampaikan gagasan, merekam realitas, dan menghadirkan perubahan melalui sebuah cerita.

Sebab, kita tidak cukup hanya menjadi penonton dari perkembangan dunia perfilman. Sudah saatnya mahasiswa KPI mengambil bagian, berkarya, dan menunjukkan bahwa kita juga mampu menciptakan sesuatu yang bermakna bagi masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, Muhammad Razan, salah satu mahasiswa KPI yang mengikuti kegiatan tersebut, mengungkapkan ketertarikannya menghadiri talkshow perfilman karena bidang tersebut memiliki keterkaitan dengan materi perkuliahan yang dipelajarinya.

Menurutnya, perfilman merupakan salah satu bidang yang akan dipelajari dan ditemui selama masa perkuliahan. Kehadiran narasumber yang kompeten dan inspiratif menjadi kesempatan berharga untuk menambah wawasan serta memperoleh pengalaman baru.

“Ketertarikan saya mengikuti talkshow ini berawal dari latar belakang saya sebagai mahasiswa KPI. Menurut saya, perfilman merupakan salah satu bidang yang nantinya akan saya temui dan pelajari selama masa perkuliahan. Apalagi, materi yang disampaikan oleh narasumber yang kompeten dan inspiratif menjadi kesempatan menarik bagi saya untuk menambah wawasan,” ungkapnya.

Ia juga menyampaikan bahwa kegiatan ini memiliki keterkaitan dengan rangkaian COMFEST XI, khususnya tugas pembuatan short movie yang diberikan kepada setiap kelas KPI dan akan ditampilkan pada COMFEST Night.

“Hal tersebut semakin mendorong saya untuk mengikuti talkshow ini karena saya ingin memperoleh ilmu dan pengalaman baru sebagai bekal dalam proses pembuatan film pendek. Saya merasa talkshow ini menjadi kesempatan yang tepat untuk belajar lebih dalam mengenai dunia perfilman, khususnya sebelum terlibat langsung dalam produksi short movie bersama teman-teman kelas,” tambahnya.

Melalui Talkshow Perfilman COMFEST XI, HMJ KPI berharap mahasiswa tidak hanya memperoleh pengetahuan mengenai dunia perfilman, tetapi juga mampu mengembangkan kreativitas, meningkatkan keberanian dalam berkarya, serta menjadikan film sebagai media untuk menyampaikan gagasan dan merepresentasikan realitas sosial. Kegiatan ini diharapkan menjadi langkah awal bagi mahasiswa KPI untuk menghasilkan karya film pendek yang kreatif, inspiratif, dan bermakna bagi masyarakat.

Reporter: Dewi Yulia Rahmawati 

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama

Formulir Kontak

Do you have any doubts? chat with us on WhatsApp
Hello, How can I help you? ...
Click me to start the chat...